Pak Jokowi, Saya Butuh Kartu Indonesia Sehat

21 June 2014 oleh admin

Kartu Jakarta Sehat
Sebenarnya males mau nulis soal capres. Banyak yang lebih kompeten dan lebih pinter nulis. Tapi beberapa hari ini membaca status teman di facebook pasca debat Capres 2 kok jadi pengin nulis.

Salah satu program Jokowi terkait kesehatan adalah membagi Kartu Indonesia Sehat. Bagi ‘haters’ Jokowi tentu ini cuma olok-olokan. Tidak sedikit yang mencibir jualan kartu, dana dari mana, sudah ada BPJS, dll. Saya tidak akan membahas BPJS, karena saya ga paham, cuma sempat mengisi data yang lumayan ribet. Kalo ngisi data saja ribetnya minta ampun entah gimana dengan pelaksanaannya.

Saya akan membahas Kartu Jakarta Sehat saja yang merupakan cikal bakal Kartu Indonesia Sehat, meski sebelumnya Jokowi juga meluncurkan produk sejenis ketika menjabat walikota di Surakarta (Solo), tapi gaungnya tidak seheboh Kartu Jakarta Sehat.

Pertengahan 2013, beberapa bulan setelah Kartu Jakarta Sehat diluncurkan. Saya sempat berdiskusi dengan Istri terkait KJS. Saat itu Saya memuji KJS karena memanusiakan manusia. Ya, saya termasuk yang mendukung bahwa segala warga negara sama kedudukannya di dalam memperoleh kesehatan. Tidak ada pengkotakan kaya dan miskin.

Saya tidak mendukung pengkotakan kaya dan miskin, bukan karena Saya benci dengan orang miskin. Tetapi miskin itu pasti sedangkan kaya itu relatif. Keluarga miskin mendapat kartu atau penanda yang dapat digunakan untuk mengakses kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Nah, bagaimana dengan yang tidak miskin atau tidak mempunyai penanda tersebut?

Ingat, banyak keluarga yang mungkin tidak mempunyai dana tunai (cash) saat ada anggota keluarga yang sakit. Mereka mungkin kaya, ambil contoh misal pedagang, mereka baru “kulakan” sehingga dana tunai mungkin tidak bisa dengan segera dipunyai, atau mungkin petani yang di pertengahan musim tanam. Apakah sakit ditunda sampai mereka panen atau dagangannya laku?

Gebrakan yang dilakukan pak Jokowi adalah memanusiakan manusia. Ya, karena beliau adalah Gubernur DKI, maka kebijakannya hanya berlaku bagi warga yang mempunyai KTP atau tercatat di Kartu Keluarga. Maka dengan bekal kartu tersebut, siapa pun akan dilayani di Rumah Sakit/Puskesmas meski dengan standar minimal. Jika mereka mempunyai kelebihan rizki, silakan upgrade ke kelas di atasnya untuk mendapatkan pelayanan lebih.

Sudahkah Anda merasakan perbedaan pendekatan KJS dengan yang lain (bahkan dengan BPJS)? Kartu Jakarta Sehat mungkin hanya sekedar kartu yang ukurannya sama dengan KTP/SIM/ATM dan lainnya. Tapi dibalik kartu itu ada sistem yang menjamin bahwa ketika Anda sakit, keluarga Anda tidak perlu pusing terlebih dahulu. Cukup bawa KK dan antar ke Rumah Sakit/Puskesmas.

Poin itu sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk menjawab kenapa saya butuh Kartu Indonesia Sehat. Tetapi jika ada yang butuh alasan lain, mari kita lanjutkan (halah)

Setelah KJS diluncurkan, setiap Rumah Sakit yang bekerja sama menyediakan fasilitas untuk menginformasikan jumlah tempat tidur (bed) yang tersedia, dan informasi ini bisa diakses dari pusat. Saya lupa alamat untuk mengakses, mungkin nanti bisa Saya tanyakan ke Chung yang harus jungkir balik bikin salah satu aplikasi tersebut :D

Jadi, ketika keluarga Anda sakit, tinggal akses ke laman tersebut atau menghubungi pusat informasi, maka dapat diketahui Rumah Sakit mana yang terdekat dan masih ada tempat tidur kosong. Bagi Anda yang belum pernah mengantar keluarga yang darurat ke Rumah Sakit dan ditolak karena tidak ada tempat tidur kosong tentu saja belum pernah merasakan kemarahan diubun2 melihat anggota keluarga kesakitan malah diombang-ambing kesana kemari.

Masih kurang?
Pernahkan Anda mengalami kejadian mengantarkan keluarga sakit hanya berdua, Anda dan yang sakit. Kira-kira apa yang terjadi ketika pertama kali datang di Rumah Sakit?

Kejadian yang pernah Saya alami adalah Saya harus berkutat dengan pengisian formulir dan informasi terkait pasien, sementara si sakit dibawa ke UGD untuk mendapat penanganan. Kalau si sakit sadar dan bisa bicara mungkin tidak masalah. Bagaimana jika si sakit tidak sadar atau hanya bisa mengerang2 menahan sakit? Alhasil dokter jaga cuma mengira2 atau bertanya yang dijawab dengan anggukan atau gelengan. Apa jadinya jika Anda bisa ikut mendampingi dan menceritakan kronologi yang diderita si sakit atau bahkan bisa menyebutkan pantangan/alergi yang harus dihindari dan melihat proses penanganan yang dilakukan dokter?

Impian Saya (karena saya belum mengalami) Dengan KJS yang berbasis smart card dan data terintegrasi. Maka ketika datang ke Rumah Sakit kita tidak perlu direpotkan dengan isian formulir, tinggal serahkan KJS atau KTP yang terdapat NIK, maka data si sakit langsung diambil dari pusat data lengkap dengan riwayat medisnya dengan cepat (ini kalau koneksinya cepat dan menkominfonya sudah ganti)

Sehingga kita bisa mendampingi si sakit dan memberika informasi tambahan kepada dokter dan dokter juga mendapatkan informasi pendukung terkait riwayat kesehatan si sakit.

Masih ga butuh Kartu Indonesia Sehat?

note: ilustrasi gambar diambil tanpa ijin dari kompas.com

Ngeblog Lagi

13 March 2013 oleh admin

Ga terasa setahun lebih blog ini nganggur. Posting sebelumnya tercatat 28 Januari 2012, itu pun hasil kupipes dari FB. Sejak kemunculan microblogging, aktivitas ngeblog memang menurun drastis. Mencari ide untuk menuliskan beberapa kalimat menjadi paragraf itu lebih susah dibandingkan menulis 140 karakter.

Untuk berbagi informasi singkat, microblogging tentu sudah lebih dari cukup. Apalagi didukung jaringan pertemanan yang luas dan reliabilitas yang lebih terjamin. Blog ini juga sempat memasang ‘aside’ untuk menampung ide-ide ringkas, meskipun sekarang dihilangkan. Namun karena informasi singkat dan banyaknya lalu lintas informasi, seringkali informasi yang disampaikan sepotong-sepotong dan segera terlibas informasi yang lain.

Jadi, ayo ngeblog lagi untuk mencatat hal-hal yang tidak bisa ditulis dalam 140 karakter :D

Blackberry vs iPhone vs Android

28 January 2012 oleh admin

Kupipes dari group NAC, dijamin ngakak :D
=========================================

HP DITENTENG DI JALAN
– BB : Lagi nungguin bbm dari si ayang : (always
bbm)
– Android : Lagi sambil nge-restore, rom yang sebelumnya ga enak. (always ngoprek)
– Iphone : Gpp, seneng aja megangnya. (always bangga)

DI DALAM CAFE SENDIRIAN
– BB : Wakaka, bego banget sih neh orang, broadcast ke yang laen ahh. (dengan suara kencang)
– Iphone/Android : senyum2, baca tret di kaskus “ada ababil pake BB ketawa kenceng banget di cafe”

NGECHARGE HP SAMBIL DI PAKE
– BB : lagi tanggung neh, si A curhat seru banget di grup.
– Iphone : lagi tanggung neh, bentar lagi level 200 selese gw.
– Android : lagi tanggung neh, download rom baru, ga sabar pengen ngeflash.

Baca selengkapnya »

Zivilia – Kokoronotomo

17 January 2012 oleh admin

Baca selengkapnya »

Hijrah di Awal Tahun Hijriah

20 December 2011 oleh admin

gajah hepi Seiring pergantian tahun Hijriah kali ini, ada 2 momen hijrah yang juga aku alami. Yang pertama adalah pindahan rumah untuk keluarga. Yang semula masih menjabat sebagai kontraktor dan ga kerasa ternyata sudah 5x memperpanjang kontrakan, Alhamdulillah sekarang sudah tidak menjadi kontraktor lagi. Sudah ada tempat berteduh (meski masih trocoh dan banjir) :D

Pindahan yang kedua adalah hosting paydjo.net. Hosting sebelumnya tidak bisa diakses dari kandhang gadjah, jadi mohon maaf kalo lama tidak mengupdate berita (halah, kayak ada yg mampir). Alhamdulillah kemarin dapat titipan di server lain dan saat ini bisa diakses dari kandhang gadjah. Semoga tidak segera ketahuan dan dibanned lagi :D